Rapat Penyusunan Kurikulum OBE Perkuat Mutu Akademik Kampus
Institut Agama Islam Attarmasi Pacitan menyelenggarakan Rapat Penyusunan Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) pada Rabu, 07/01/2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan mutu akademik serta memperkuat relevansi lulusan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Rapat tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, para Dekan, Ketua Program Studi (Kaprodi), Sekretaris Program Studi (Sekprodi), serta Lembaga Penjaminan Mutu (LPM). Kehadiran unsur pimpinan dan pengelola akademik ini menegaskan pentingnya penyusunan kurikulum sebagai fondasi utama dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Salah satu agenda utama rapat adalah penyampaian dan pemaparan hasil penyusunan kurikulum OBE dari masing-masing program studi yang telah disusun sebelumnya. Setiap prodi mempresentasikan capaian pembelajaran lulusan, struktur kurikulum, serta strategi pembelajaran yang dirancang selaras dengan prinsip OBE di hadapan LPM.
Hal yang menjadi sorotan utama dalam rapat ini adalah keunikan dan kekhasan kurikulum masing-masing program studi, yakni integrasi nilai-nilai transendensi keislaman dengan semangat entrepreneurship. Integrasi ini diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik dan profesional, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, karakter religius, serta jiwa mandiri dan inovatif.
Dalam arahannya, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan menegaskan bahwa kurikulum OBE yang disusun harus benar-benar mencerminkan visi keilmuan IAI Attarmasi Pacitan, yaitu memadukan nilai-nilai keislaman, keilmuan dan entrepreneurship berbasis integrasi-transendensi yang adaptif terhadap tantangan zaman.
Melalui rapat ini, IAI Attarmasi Pacitan meneguhkan komitmennya untuk terus melakukan penguatan mutu akademik melalui kurikulum yang berorientasi pada capaian pembelajaran, berkarakter keislaman, serta mampu mencetak lulusan yang berdaya saing dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. (NNDR)